Skip to content →

Manjaro Kernel Panic

Menggunakan Distro Linux Manjaro sudah menjadi pilihan terbaik saya saat ini sebagai programmer web. Salah satu alasannya adalah setiap ada pembaharuan versi saya tidak perlu instal ulang osnya, cukup melakukan update maka manjaro kita akan menjadi versi terbaru, berbeda dengan distro ubuntu yang sebelumnya saya pakai yang mengharuskan untuk install ulang ke versi terbaru untuk mendapatkan fitur terbaru.

Fitur update yang ada pada manjaro ini sangat berguna banget buat saya kenapa? karena saya tidak perlu melakukan setup ulang area kerja koding saya lagi yang sangat mengahabiskan waktu. Jadi saya bisa merasakan fitur-fitur terbaru linux dan saya tetap bisa sambil koding menyelesaikan project-project saya.

Balik ke topik yang saya buat ” Manjaro Kernel Panic” jadi ini merupakan share pengalaman saya sebagai pengguna Distro Linux Manjaro. Jadi kejadiannya setelah saya mendapatkan notifikasi stable update 2017-12-23 saya langsung melakukan update. Setelah selesai update saya tidak melihat ada error pada detail update yang saya lakukan. Karena saya lagi ga ada kerjaan jadi saya matikan laptop saya.

Keesokan harinya kebetulan ada panggilan untuk maintenance server jadi saya nyalakan laptop, dan BOOM!!! saya ga bisa masuk ke Distro Manjaro alias gagal booting. Saya liat errornya adalah Kernel Panic kurang lebih resultnya seperti pada gambar diatas. Saya coba otak-atik pemilihan kernel pada grub tetap ga bisa.

Yang saya pikirkan cuman kalau saya harus install ulang lagi maka saya juga harus memulai ulang project-project saya. Allhamdulillah setelah bersabar sebentar mencari solusi di forum saya berhasil booting kembali ke manjaro saya. Berikut step-step yang saya lakukan untuk lepas dari kernel panic :

  1. Booting via live usb manjaro (Allhamdulillah saya masih punya installernya);
  2. Setelah masuk ke desktop open aplikasi terminal;
  3. Ketikan perintah “sudo manjaro-chroot -a”;
  4. Ketikan perintah “sudo mkinitcpio -P”;
  5. Dan yang terakhir ketikan perintah “reboot”.

Demikian share pengalaman saya tentang Manjaro Kernel Panic, semoga teman-teman yang memiliki kasus yang sama dengan saya dapat terbantu dengan tulisan saya.

Published in Manjaro Linux

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *